Samudera Al-Fatihah
Samudera Al-Fatihah
Setiap hamba yang menempuh perjalanan menuju Allah swt tidak akan pernah sampai pada tujuannya tanpa petunjuk al-qur’an, dan al-qur’an secara sistematik disusun oleh Dia Yang Maha Agung agar mudah dimengerti dan difahami bahkan dihafalkan, namun untuk memahaminya Allah telah utus para Rasul yang memiliki hak atau otoritas dari Allah untuk menjelaskan ayat-ayat-Nya, karenanya tanpa melalui pemahaman para Nabi dan Rasul maka pemahaman tersebut sangat lemah untuk bisa ditaati dan dijalankan. Seluruh kandungan al-quran terangkum dalam satu surah yakni Al-Fatihah. Hal terpenting yang terkandung dan wajib kita ketahui dari kitab suci-Nya adalah pengenalan tentang Allah swt (al-ma’būd/yang di ibadahi; dicintai, ditakuti, dimintai dan diharapkan sekaligus ditaati). Dalam surah Al-Fatihah terkandung 3 nama (asma’)
yang menjadi induk dari semua nama-nama-Nya yang indah (asma’ al-husna) dan sifat-sifat-Nya yang tertinggi dan termulia, dan semua kandungan nama-nama indah (asma’ al-husna) – Nya tak akan keluar dari 3 induk nama yang termaktub dalam surah Al-Fatihah. Ketiga nama Allah itu adalah; ‘Allah / : ﺍﷲ Dari akar kata ini lahir istilah ulūhiyyah, artinya pengakuan dan ketertundunkan bahwa Allah saja satu-satunya sesembahan (ilah) yang diibadahi. Ar-Rabb / ﺍﱠﻟـﺮّﺏ ُ : Dari akar kata ini lahir istilah rubūbiyah, artinya pengakuan dan kepasrahan bahwa Allah sajalah Yang Maha Mencipta, Maha Menjaga, Maha Mengatur, Maha Penghancur, Maha Pemberi Manfaat dan Maha Pendatang Marabahaya. dan ‘Ar-Rahman / ﺍﻟﹶﺮْﺣَﻤﻦ ُ : Dari kata ini lahir istilah rahmah, artinya Dialah Allah Yang Maha Penyayang dan hanya menyayangi yang beriman
kepada-Nya saja dan tidak menduakan Dia/syirik dalam beribadah.
Al-Fatihah dibangun oleh tiga sendi utama yaitu; ulūhiyyah, rubūbiyyah dan rahmah. Dimana kalimat ‘iyyaka na’bud (hanya kepadaMu kami menyembah dan beribadah), dibangun oleh sendi ulūhiyyah, sedangkan wa iyyaka nasta’īn (dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan) dibangun oleh sendi rubūbiyyah dan ihdinash-shiratha-l-mustaqīm (tunjukilah kami jalan yang lurus) dibangun diatas sendi rahmah. Sementara kata ‘al-hamdu’ (segala pujian) menjelaskan tentang Allah Yang Maha Terpuji dalam ulūhiyyah, rubūbiyyah, dan rahmah-Nya.
Belum ada Komentar untuk "Samudera Al-Fatihah"
Posting Komentar